Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Optimalkan Lahan Kosong Desa Sriwulan melalui Greenhouse dan Taman Edukasi

ReportaseOleh: Kelompok 3 KKN-T IDBU 10
Lahan dan greenhouse Desa Sriwulan yang disiapkan untuk taman edukasi

Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Optimalkan Lahan Kosong Desa Sriwulan melalui Greenhouse dan Taman Edukasi

Penulis: Kelompok 3 KKN-T IDBU 10

Desa Sriwulan, 10 Agustus 2026 – Anneve Raissa, mahasiswa S1 Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP sekaligus anggota KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan (IDBU) 10 Kelompok 3, merancang area pembibitan berupa greenhouse dan taman edukasi di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Gagasan ini memanfaatkan lahan kosong di sekitar TPS 3R yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Area tersebut dikembangkan menjadi ruang produktif sekaligus fasilitas pendukung eduwisata di Desa Wisata Kalikesek. Pembangunan dan penataan awal mulai dilakukan pada 21 Juli 2026.

Lahan dan greenhouse di sekitar TPS 3R Desa Sriwulan

Greenhouse dirancang sebagai tempat pembibitan dan pertumbuhan tanaman, sedangkan taman edukasi menjadi ruang terbuka yang menghubungkan kegiatan pembibitan, pembelajaran, dan kunjungan wisata. Pengunjung nantinya dapat mengenal jenis tanaman, mempelajari proses penyemaian, mencoba menanam, serta memahami cara merawat tanaman.

Ide pemanfaatan lahan ini disampaikan oleh Bapak Abidin, Sekretaris Desa Sriwulan. Menurutnya, lahan berumput di depan TPS 3R akan lebih bermanfaat jika dijadikan area pembibitan dan eduwisata. Usulan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rancangan greenhouse yang terintegrasi dengan taman edukasi.

“Greenhouse dan taman edukasi dapat menjadi satu kesatuan. Greenhouse berfungsi untuk pembibitan, sementara taman menjadi ruang belajar dan eduwisata yang terbuka bagi masyarakat,” jelas Anneve.

Dalam perancangannya, mahasiswa mempertimbangkan kondisi angin yang cukup kuat pada waktu tertentu. Bentuk, material, bukaan, dan perlindungan greenhouse disesuaikan agar tetap aman. Vegetasi di sekitar area juga dapat dimanfaatkan sebagai penahan angin alami.

Area yang disiapkan sebagai ruang pendukung eduwisata

Pengalaman pengunjung menjadi bagian penting dari rancangan. Jalur sirkulasi dan susunan tanaman diatur agar pengunjung dapat mengamati tahapan pertumbuhan serta proses penyemaian dengan nyaman. Dengan begitu, hasil pembibitan tidak hanya menjadi produk, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang mudah dipahami.

Program ini mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 8 melalui peluang kegiatan berbasis tanaman yang berpotensi dikembangkan secara ekonomi.

Dengan adanya greenhouse dan taman edukasi, lahan yang sebelumnya tidak produktif diharapkan berubah menjadi ruang pembibitan, belajar, dan rekreasi yang terintegrasi. Fasilitas ini juga diharapkan memperkaya aktivitas eduwisata dan membuka ruang edukasi lingkungan baru bagi Desa Wisata Kalikesek.

Kegiatan ini dibimbing oleh DPL Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum., Dr. Ir. Baginda Iskandar, M.T., M.Si., dan Irfan Murthado Yusuf, S.A.P., MPM.