Tim KKNT IDBU 10 UNDIP Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular melalui Edukasi dan Pemanfaatan Maggot untuk Pengolahan Sampah Organik di Desa Sriwulan, Kabupaten Kendal sebagai Upaya Mendukung Pencapaian SDGs

ReportaseOleh: Admin Arenan Kalikesek
Budidaya maggot di Desa Sriwulan

Tim KKNT IDBU 10 UNDIP Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular melalui Edukasi dan Pemanfaatan Maggot untuk Pengolahan Sampah Organik di Desa Sriwulan, Kabupaten Kendal sebagai Upaya Mendukung Pencapaian SDGs

Author : Kelompok 1 Tim KKN-T IDBU 10 Universitas Diponegoro

Sriwulan, 30 Juli 2026 – Mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik IPTEK Bagi Desa Binaan Universitas (KKNT IDBU 10) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program inovatif berupa edukasi dan pelatihan budidaya maggot (larva Black Soldier Fly atau BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik di Desa Sriwulan, Kabupaten Kendal. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Budidaya maggot di Desa Sriwulan

Program ini digagas oleh Kelompok 2 KKNT IDBU 10 yang diketuai oleh Bagus Kresna Aji (FEB) dengan Aldo Budi Christanto (FPP) sebagai wakil ketua, serta beranggotakan Adita Putri Ramadhani (FPIK), Keysha Zahriya Salma (FPIK), Iffa Nazhatina (FT), Kalya Salma (FPP), Roy Natanael Purba (FPP), Dzulfikar Ali Akmal (FPP), Arsya Haykal Rifai (FPP), dan Zahiruddin Imtiyazul Fikri (SV). Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui budidaya maggot sebagai penerapan konsep ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Warga juga memperoleh pelatihan teknis mulai dari persiapan media budidaya, pemberian pakan berbahan limbah organik, hingga proses pemanenan maggot.

"Program ini bertujuan membantu masyarakat mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif ternak," ujar Aldo Budi Christanto selaku wakil ketua Kelompok 2.

Pelatihan budidaya maggot

Budidaya maggot dipilih karena memiliki kemampuan mengurai sampah organik secara cepat dan efisien. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi unggas maupun ikan sehingga mampu menekan biaya produksi peternak dan pembudidaya. Dengan demikian, program ini turut mendukung SDG 12 melalui pengelolaan limbah yang bertanggung jawab serta SDG 13 melalui pengurangan emisi dari penumpukan sampah organik.

Selain pelatihan teknis, mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai pengelolaan hasil budidaya dan potensi pengembangan usaha berbasis maggot. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lapangan usaha baru sesuai dengan SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Salah satu warga menyampaikan bahwa program ini memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah organik di lingkungan desa. Sampah yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran kini dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Program ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga menjadi wujud nyata implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKNT IDBU 10 Undip tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, menerapkan ekonomi sirkular, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sriwulan melalui inovasi pengelolaan sampah organik.