Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Hadirkan Buku Cerita Interaktif “Jejak Kecil Si Nara” untuk Siswa SD Negeri Sriwulan sebagai Media Edukasi Lingkungan

Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Hadirkan Buku Cerita Interaktif “Jejak Kecil Si Nara” untuk Siswa SD Negeri Sriwulan sebagai Media Edukasi Lingkungan
Author : Mutiara Karunia Kasih
Sriwulan, 10 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Hadirkan Buku Cerita Interaktif “Jejak Kecil Si Nara” untuk Siswa SD Negeri Sriwulan sebagai Media Edukasi Lingkungan
Penulis: Mutiara Karunia Kasih
Desa Sriwulan, 10 Agustus 2026 – Mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial dalam tim KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan (IDBU) 10 UNDIP Kelompok 3 melaksanakan program edukasi lingkungan di SD Negeri Sriwulan, Dusun Kalikesek, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Juli 2026 ini mengusung program individu bertajuk “Safe Learn Corner: Jejak Kecil Si Nara”.
Program tersebut memadukan buku cerita interaktif dengan video edukasi sebagai media belajar yang lebih dekat dengan keseharian anak. Gagasan ini berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa bahwa penjelasan lisan saja belum cukup untuk membiasakan siswa memilah sampah. Karena itu, literasi dan pendidikan lingkungan dirancang dalam satu pengalaman belajar yang menyenangkan.

Buku “Jejak Kecil Si Nara” menyajikan cerita bergambar tentang kepedulian terhadap lingkungan dan perbedaan sampah organik serta anorganik. Pada sampul belakang tersedia kode QR yang mengarah ke video edukasi buatan mahasiswa KKN-T. Dengan perpaduan versi cetak dan digital, siswa dapat membaca cerita sekaligus menyimak materi audiovisual bersama guru maupun orang tua.
Kegiatan dibuka dengan ice breaking, menyanyikan lagu “Kalau Kau Cinta Bumi” dan “Lihat Desaku”, serta permainan tepuk tangan. Setelah suasana kelas terbangun, mahasiswa mengajak siswa mengikuti story telling interaktif. Siswa berperan sebagai tokoh dalam cerita dan membaca dialog secara bergantian sehingga proses belajar terasa lebih hidup.

Mahasiswa kemudian memutar video pemilahan sampah yang dapat diakses melalui kode QR. Sesi ditutup dengan kuis mengenai jenis sampah dan cara membuangnya secara tepat. Antusiasme siswa terlihat dari keberanian mereka menjawab pertanyaan dan terlibat dalam setiap permainan.
Kepala SD Negeri Sriwulan menyambut baik kegiatan tersebut. “Wah, bagus itu, Mbak. Anak-anak SD memang perlu dikenalkan buku cerita supaya mau membiasakan membaca buku, karena anak zaman sekarang lebih suka main gadget daripada baca buku,” ujarnya.
Melalui Safe Learn Corner, mahasiswa berharap sekolah memiliki alternatif media belajar yang menarik dan mudah diakses. Program ini juga diharapkan membantu menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

